Rabu, 09 September 2009

Paradigma Kritis Transformatif...

Peranan mahasiswa dalam menentukan arah suatu perjalanan pemerintahan di Negara indonesia ini kembali mendapat pertanyaan. Betapa tidak, mahasiswa-mahasiswa Indonesia saat ini sudah mulai melupakan terhadap Tri Fungsi mahasiswa yang dibebankan kepada mereka ketika mereka memasuki dunia perguruan tinggi. Sebagai agent of change, man of analysis dan social control, mahasiswa pada saat ini sungguh minm kontribusinya terhadap perubahan di Negara kita. Cita-cita mulya yang dituangkan dalam sumpah mahasiwa sudah mulai kurang bersinar dan semakin meredup. Sumpah mahasiswa dipandang sebagai suatu guyonan saja ketika diucapkan dan tidak mempunyai makna dan nilai sakral sama sekali.
Melihat fenomena yang terjadi pada mahasiswa saat ini, hendaknya diperlukan suatu tindakan prefentif bagi setiap mahasiswa dimanapun mereka berada. Tindakan tersebut adalah berupa sikap kritis transformative yang dipadukan dalam peranan mereka melalui Tri Fungsi mahasiswa. Sikap atau paradigma kritis transformative adalah berpikir dengan menganalisis suatu fenomena dan menciptakan suatu solusi bijak dan tepat. Paradigm kritis transformative ini mutlak diperlukan oleh mahasiswa saat ini. Sikap kritis transformative ini merupakan suatu bentuk dari sikap mereka untuk mengembalikan kejayaan mahasiswa sebagai tonggak sejarah bangsa. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya mengkritisi tapi tidak dapat memberikan jalan keluar ataupun solusi yang mumpuni.
Dengan mempunyai paradigm kritis transformative, mahasiswa akan dapat menjalankan tri fungsinya dengan sempurna. Setiap mereka menyiapkan suatu system perubahan untuk kesejahteraan bangsa, mereka dituntut untuk menyiapkan suatu solusi yang hebat yang dihasilkan dari setiap analisis-analisis yang mendalam sehingga mampu menghasilkan nilai dan perubahan yang selayaknya diperlukan. Mengapa paradigm kritis transformative ini harus dipadukan dengan tri fungsi mahasiswa? paradigm kritis transformative dan trifungsi mahasiswa mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan dan merupakan suatu sistem. Setiap elemen yang terkandung dalam tri fungsi mahasiswa memerlukan pemikiran dan sudut pandang kritis transformative ini. Agent of change, man of analysis dan social control merupakan fungsi mahasiswa yang harus didahului oleh pemikiran kritis. Tidak hanya itu, setiap pemikiran tersebut harus memiliki solusi yang sepadan dan mampu menjadikan kepada keaadaan yang lebih baik. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus mulai memikirkan dan mulai menyiapkan mainstream pemikiran kita untuk tetap berparadigma kritis transformative.
Perpaduan paradigm kritis tranformatif dan tri fungsi mahasiswa ini harus dipupuk sejak dini ketika mereka baru memasuki dunia perkuliahan sehingga mereka dapat menyiapkan diri untuk memenuhi setiap tanggung jawab yang diberikan Ibu Pertiwi kepada mereka. Tidak hanya bagi mahasiswa baru saja, tetapi mahasiswa-mahasiswa lain yang lebih dulu masuk ke perguruan tinggi harus ikut andil dalam penciptaan dan pengkulturan paradigm kritis transformative ini. Oleh karena itu, mari kita menjadi mahasiswa yang mempunyai pemikiran kritis transformative demi kejayaan bumi pertiwi dan kesejahteraan rakyat yang didasari dengan sikap cinta Allah, cinta sesama dan cinta terhadap alam (lingkungan) sehingga cita-cita bangsa akan terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar