Dalam setiap kesempatan yang saya dapati ketika bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa lain, saya dengar dari pernyataan mereka bahwa mahasiswa yang ikut berorganisasi dipastikan tidak dapat lulus dengan cepat atau paling tidak molor 1 atau 2 tahun. Itu artinya, persepsi mereka menyatakan bahwa dengan mengikuti suatu organisasi, maka tujuan awal mereka kuliah akan terhambat dan melupakan “tanggung jawab kepada orang tua”.
Dengan demikian banyak mahasiswa yang sangat antipati terhadap yang namanya Organisasi. Jangankan organisasi eksterna kampus, organisasi internal kampus yang notabenenya milik mahasiswa tidak banyak yang berminat. Hal ini dapat dibuktikan dikampus kita ini. Coba anda perhatikan berapa banyak mahasiswa yang mengikuti UKM? Mahasiswa di kampus kita ini masih belum memikirkan betapa pentingnya suatu organisasi bagi kehidupan mereka. Mereka masih terbelenggu dengan pemikiran bahwa dengan tanpa organisasi mereka akan mampu menghadapi ketatnya kompetisi kehidupan. Ada beberapa hal yang patut kita angkat untuk mengurai apa yang menyebabkan sahabat-sahabat kita ini sulit sekali untuk masuk ke dunia organsisasi :
Pertama, Kuliah adalah tujuan utama. Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan utama dari mahasiswa dating ke kampus kita ini adalah untuk melanjutkan studi atau kuliah. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya mahasiswa yang diam dikampus setelah mengikuti perkuliahan. Sedangkan mahasiswa yang langsung pulang sehabis mengikuti perkuliahan sangat banyak sekali. Padahal dengan berada dikampus, kita dapat mengikuti setiap perkembangan dunia kampus baik fenomena social, ataupun sekedar berkumpul dengan sahabat-sahabat lain dari lain fakultas/jurusan yang tidak lain dengan naungan organisasi. Ya..hitung-hitung menambah realasi/pertemanan yang real, bukan hanya di faceebook saja…
Kedua, ikut organisasi=terlambat lulus. Pernyataan ini mungkin sahabat-sahabat sering kali dengar ketika mengajak seseorang untuk mengikuti organsasi. Dengan mengikuti suatu organisasi, dalam pandangan sahabat-sahabat dapat mengurangi waktu untuk menyelesaikan tugas dan cenderung terbengkalaikan. Tapi kalau kita mau kritis,..lebih banyak mana waktu yang kita pakai untuk kuliah dengan waktu kita pacaran……? Apakah pacaran merupakan salah satu tanggung jawab yang diberikan orang tua untuk pengembangan diri kita????
Ketiga, organisasi tidak memberikan apa-apa. Hal ketiga ini adalah hal paling banyak muncul dibenak sahabst-sahabat kita ketika ditawari masuk organsisasi. “Buat apa mengikuti organisasi, wong dengan ikut organisasi kita tetap saja”. Mungkin pernyataan ini sering kali muncul ketika kita mengobrol tentang organisasi.
Persepsi-persepsi ini akan menciptakan ketakutan kepada sahabat-sahabat kita bahwa dengan mengikuti organisasi maka kita akan mendapatkan hal-hal yang negative saja. Mereka bahkan menganggap organisasi sebagai momok yang menakutkan bagi kehidupan mereka. Mereka masih belum memahami apa eksistensi organisasi itu sebenarnya. Dalam falasafah hokum dikatakan “ubi societas ibi ius” yaitu dimana ada masyarakat disitu ada hokum. Mungkin organisasi dapat disamakan seperti pepatah tersebut yaitu dimana ada masyarakat disitu ada organisasi. Oleh karena itu, suatu organisasi dapat dikatakan penting bagi setiap orang, karena dengan mengikuti suatu organisasi kita akan menjalani miniature kehidupan social yang nantinya akan kita jalani selepas dari dunia kuliah.
Dengan demikian banyak mahasiswa yang sangat antipati terhadap yang namanya Organisasi. Jangankan organisasi eksterna kampus, organisasi internal kampus yang notabenenya milik mahasiswa tidak banyak yang berminat. Hal ini dapat dibuktikan dikampus kita ini. Coba anda perhatikan berapa banyak mahasiswa yang mengikuti UKM? Mahasiswa di kampus kita ini masih belum memikirkan betapa pentingnya suatu organisasi bagi kehidupan mereka. Mereka masih terbelenggu dengan pemikiran bahwa dengan tanpa organisasi mereka akan mampu menghadapi ketatnya kompetisi kehidupan. Ada beberapa hal yang patut kita angkat untuk mengurai apa yang menyebabkan sahabat-sahabat kita ini sulit sekali untuk masuk ke dunia organsisasi :
Pertama, Kuliah adalah tujuan utama. Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan utama dari mahasiswa dating ke kampus kita ini adalah untuk melanjutkan studi atau kuliah. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya mahasiswa yang diam dikampus setelah mengikuti perkuliahan. Sedangkan mahasiswa yang langsung pulang sehabis mengikuti perkuliahan sangat banyak sekali. Padahal dengan berada dikampus, kita dapat mengikuti setiap perkembangan dunia kampus baik fenomena social, ataupun sekedar berkumpul dengan sahabat-sahabat lain dari lain fakultas/jurusan yang tidak lain dengan naungan organisasi. Ya..hitung-hitung menambah realasi/pertemanan yang real, bukan hanya di faceebook saja…
Kedua, ikut organisasi=terlambat lulus. Pernyataan ini mungkin sahabat-sahabat sering kali dengar ketika mengajak seseorang untuk mengikuti organsasi. Dengan mengikuti suatu organisasi, dalam pandangan sahabat-sahabat dapat mengurangi waktu untuk menyelesaikan tugas dan cenderung terbengkalaikan. Tapi kalau kita mau kritis,..lebih banyak mana waktu yang kita pakai untuk kuliah dengan waktu kita pacaran……? Apakah pacaran merupakan salah satu tanggung jawab yang diberikan orang tua untuk pengembangan diri kita????
Ketiga, organisasi tidak memberikan apa-apa. Hal ketiga ini adalah hal paling banyak muncul dibenak sahabst-sahabat kita ketika ditawari masuk organsisasi. “Buat apa mengikuti organisasi, wong dengan ikut organisasi kita tetap saja”. Mungkin pernyataan ini sering kali muncul ketika kita mengobrol tentang organisasi.
Persepsi-persepsi ini akan menciptakan ketakutan kepada sahabat-sahabat kita bahwa dengan mengikuti organisasi maka kita akan mendapatkan hal-hal yang negative saja. Mereka bahkan menganggap organisasi sebagai momok yang menakutkan bagi kehidupan mereka. Mereka masih belum memahami apa eksistensi organisasi itu sebenarnya. Dalam falasafah hokum dikatakan “ubi societas ibi ius” yaitu dimana ada masyarakat disitu ada hokum. Mungkin organisasi dapat disamakan seperti pepatah tersebut yaitu dimana ada masyarakat disitu ada organisasi. Oleh karena itu, suatu organisasi dapat dikatakan penting bagi setiap orang, karena dengan mengikuti suatu organisasi kita akan menjalani miniature kehidupan social yang nantinya akan kita jalani selepas dari dunia kuliah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar